Selasa, 15 Desember 2015

Duka PIDIE

BANJIR MELANDA, 125 WARGA TANGSE TAK BISA BERAKTIFITAS,,


SIGLI - Sebanyak 39 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 125 jiwa warga Dusun Blang Sanggeng, Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie, masih terkurung akibat banjir menghantam jembatan yang menghubungkan dusun itu dengan jalan nasional, Kamis (10/12) malam.
Akibatnya, hingga Senin kemarin puluhan warga nekat menyeberangi Sungai (Krueng) Meriam untuk ke luar dari desa itu. Bahkan anak-anak yang ingin ke sekolah terpaksa dibopong orang tuanya.
Warga malah rela masuk sungai yang airnya masih berwarna cokelat dan mengalir deras demi mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah atau ke luar dari dusun tersebut.
Jembatan gantung yang direhab tahun 2013 itu kini hancur diseret arus dan luapan Krueng Krueng Meriam, Tangse, Kamis (10/12) malam.
Kepala Dusun Blang Sangget, Mahyuddin mengatakan warganya terpaksa menantang maut dengan turun ke dalam sungai yang berarus deras guna mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Juga untuk berbelanja ke pusat pasar kota Kecamatan Tangse yang jaraknya tiga kilometer dari dusun itu.
Sebetulanya, sebut Mahyuddin, ada jalur alternatif untuk ke luar dari dusun tersebut. Namun, jaraknya jauh, mencapai 20 km, yakni melewati jalur Desa Pucok, Layan, Pulo Baro, Blang Jeurat, dan Pulo Masjid.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar