Rabu, 18 November 2015


Kamis 19 Nov 2015, 08:55 WIB

Cerita WNI Tentang Rasa Takut yang Masih Menyergap Warga Kota Paris


Cerita WNI Tentang Rasa Takut yang Masih Menyergap Warga Kota Paris
Seorang WNI yang tinggal di Paris, Nyoto, menuturkan, banyak warga termasuk WNI yang memilih tak keluar rumah sepanjang Rabu (18/11) kemarin.

"(Warga) Masih belum banyak kegiatan, banyak orang trauma dan takut keluar," kata Nyoto melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (18/11) malam WIB, atau Rabu sore waktu setempat (Waktu di Paris 6 jam lebih lambat).

Warga yang membutuhkan bahan pokok memilih untuk berbelanja melalui layanan antar. "Banyak yang telepon minta (belanjaan) diantar,  restoran juga pada tutup, juga toko-toko, mobil juga enggak lalu lalang (seperti biasanya)," ujar Nyoto, yang juga bekerja sebagai staf bagian protokol di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris ini.

Aktivitas di KBRI juga belum sepenuhnya normal. Mencekamnya Paris, menurut Nyoto, semakin bertambah dengan adanya banyak ancaman yang beredar melalui pesan singkat. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah di mana banyak terdapat kantor-kantor besar.

"Ada teman-teman di sana yang bilang begitu (ada ancaman). Seperti di daerah La Défense," Kata pria yang sudah menetap di Paris lebih dari 30 tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat keamanan Prancis melakukan perburuan besar-besaran terhadap para tersangka teroris yang dianggap bertanggungjawab atas serangan berdarah yang terjadi Jumat (13/11) malam lalu.

Dalam perburuan yang dilakukan polisi dan tentara di kawasan Saint Denis, pinggiran utara kota Paris itu, dua orang terduga teroris tewas dalam baku tembak, satu diantaranya wanita yang meledakkan diri menggunakan bom rompi.


(dim/dra)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar