Rabu, 18 November 2015

Rabu 18 Nov 2015, 16:21 WIB

Lion Air: Desahan di Kokpit karena Bibir Kopilot Terlalu Dekat dengan Mic

Rabu 18 Nov 2015, 16:21 WIB

Lion Air: Desahan di Kokpit karena Bibir Kopilot Terlalu Dekat dengan Mic

Rachmadin Ismail - detikNews
Lion Air: Desahan di Kokpit karena Bibir Kopilot Terlalu Dekat dengan MicEdward Sirait (Foto: Agung Pambudhy)

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengirimkan empat poin hasil investigasi internal. Salah satunya soal suara desahan. Dari klarifikasi si kopilot yang tak disebut identitasnya tersebut, diketahui desahan muncul karena suara yang tersengal-sengal.

"Terkait dengan adanya suara mendesah yang dimaksud adalah bukan seperti yang diberitakan namun ketika Co-Pilot melakukan announcement, nafas dari Co Pilot tersebut seperti tersengal-sengal (cara bicaranya memang seperti itu)," tutur Edward dalam pernyataan tertulis, Rabu (18/11/2015).

"Dan posisi mic pada saat itu terlalu dekat dengan bibir sehingga pada saat menarik nafas atau pada saat mau berbicara terdengar seperti desahan," imbuhnya.

Suara desahan muncul ketika pesawat akan take off. Saat itu, lampu kabin dimatikan. Salah seorang penumpang, Lambertus Maengkom, sempat melihat ada gerak-gerik orang namun tak jelas siapa. Tak lama kemudian, ada suara-suara aneh kembali terdengar di pengeras suara pesawat. Suaranya seperti desahan. Terdengar juga suara seperti memanggil seseorang.

"Susah digambarkan (suaranya). Yang pasti desahan," kata Lambertus sambil mengatakan suara itu muncul beberapa kali. Penumpang di pesawat semakin ketakutan.

Meski begitu, bukan suara yang dipersoalkan oleh Lambertus. Dia menyesalkan pilot yang terkesan main-main saat take off. Rasa aman dan percaya penumpang jadi terganggu.

Lion Air saat ini sudah menghukum kopilot dengan melarang terbang untuk waktu yang tidak ditentukan.
(mad/nrl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar