Lorenzo: Rossi Gagal Juara karena Kesalahan di Sepang
Getty Images/Mirco Lazzari gp
Valencia - Jorge Lorenzo mengakui bahwa Valentino Rossi sudah berjasa besar untuk MotoGP. Akan tetapi, menurutnya semua pebalap pernah membuat kesalahan dan Rossi gagal jadi juara tahun ini akibat kesalahannya di Sepang.
Setelah memimpin klasemen MotoGP selama 17 seri, Rossi akhirnya harus merelakan gelar juara dunia melayang ke tangan Lorenzo, rekan setimnya di Movistar Yamaha. Kemenangan Lorenzo di seri terakhir di Valencia membuat Rossi harus puas jadi runner-up.
Dalam balapan di Valencia, Rossi harus start dari posisi paling belakang. Hal itu merupakan hukuman atas insiden yang melibatkan dirinya dan pebalap Honda, Marc Marquez, di MotoGP Malaysia. The Doctor dinyatakan bersalah dalam insiden yang membuat Marquez jatuh itu.
Dengan start dari posisi paling belakang di Valencia, Rossi harus bekerja keras menyalip satu per satu pebalap di depannya dan akhirnya finis di posisi keempat. Pada saat yang bersamaan, Lorenzo yang jadi rival utamanya jadi pemenang lomba setelah start dari posisi terdepan.
Menurut Lorenzo, jika tidak ada insiden di Sepang, Rossi mungkin akan menjadi juara pada tahun ini.
"Valentino adalah seorang juara yang hebat dan mungkin berdasarkan statistiknya dan untuk semua yang sudah dia berikan untuk balap motor dia adalah pebalap paling penting dalam sejarah olahraga ini," ujar Lorenzo kepada radio Cadena Ser seperti dikutip Motorsport.com.
"Tapi, kita semua membuat kesalahan dan di Sepang dia membuat sebuah kesalahan yang mungkin membuatnya kehilangan titel," imbuhnya.
Meskipun Rossi mengklaim Lorenzo dibantu oleh Marquez dalam beberapa balapan terakhir, Lorenzo sekali lagi menegaskan bahwa dirinya pantas jadi juara tahun ini.
"Saya berupaya menghargai apa yang sudah saya capai dan saya pikir saya adalah pemenang yang adil, berdasarkan statistik dan saya juga memiliki poin yang lebih banyak," tuturnya.
"Setiap orang akan punya opini masing-masing dan sulit untuk berada dalam situasi pebalap lain dan bersikap obyektif. Saya kira jika saya berada dalam situasinya saya akan berpikir hal yang sama. Jadi, saya tidak akan menilai opininya," kata juara dunia tiga kali di kelas primer itu.
Setelah memimpin klasemen MotoGP selama 17 seri, Rossi akhirnya harus merelakan gelar juara dunia melayang ke tangan Lorenzo, rekan setimnya di Movistar Yamaha. Kemenangan Lorenzo di seri terakhir di Valencia membuat Rossi harus puas jadi runner-up.
Dalam balapan di Valencia, Rossi harus start dari posisi paling belakang. Hal itu merupakan hukuman atas insiden yang melibatkan dirinya dan pebalap Honda, Marc Marquez, di MotoGP Malaysia. The Doctor dinyatakan bersalah dalam insiden yang membuat Marquez jatuh itu.
Dengan start dari posisi paling belakang di Valencia, Rossi harus bekerja keras menyalip satu per satu pebalap di depannya dan akhirnya finis di posisi keempat. Pada saat yang bersamaan, Lorenzo yang jadi rival utamanya jadi pemenang lomba setelah start dari posisi terdepan.
Menurut Lorenzo, jika tidak ada insiden di Sepang, Rossi mungkin akan menjadi juara pada tahun ini.
"Valentino adalah seorang juara yang hebat dan mungkin berdasarkan statistiknya dan untuk semua yang sudah dia berikan untuk balap motor dia adalah pebalap paling penting dalam sejarah olahraga ini," ujar Lorenzo kepada radio Cadena Ser seperti dikutip Motorsport.com.
"Tapi, kita semua membuat kesalahan dan di Sepang dia membuat sebuah kesalahan yang mungkin membuatnya kehilangan titel," imbuhnya.
Meskipun Rossi mengklaim Lorenzo dibantu oleh Marquez dalam beberapa balapan terakhir, Lorenzo sekali lagi menegaskan bahwa dirinya pantas jadi juara tahun ini.
"Saya berupaya menghargai apa yang sudah saya capai dan saya pikir saya adalah pemenang yang adil, berdasarkan statistik dan saya juga memiliki poin yang lebih banyak," tuturnya.
"Setiap orang akan punya opini masing-masing dan sulit untuk berada dalam situasi pebalap lain dan bersikap obyektif. Saya kira jika saya berada dalam situasinya saya akan berpikir hal yang sama. Jadi, saya tidak akan menilai opininya," kata juara dunia tiga kali di kelas primer itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar